Subduksi lempeng menyebabkan gempa dangkal 6,7 M di Nias Selatan: BMKG

  • Bagikan

Liputan6.com, Jakarta – Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa bumi dangkal dengan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin pagi akibat subduksi lempeng (BMKG).

"Studi mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault)," kata Bambang Setiyo Prayitno, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di sini, Senin.

Pusat gempa yang terjadi pada pukul 04.09 WIB.m. Waktu Standar Indonesia Barat (WIB), berada pada 0,71 derajat lintang selatan dan 98,50 derajat bujur timur, pada kedalaman 25 kilometer.

Guncangan MMI IV dirasakan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, serta Pulau Siberut, Kabupaten Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara.

Masyarakat di Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman Barat, Kelurahan Tuapejat, dan Kota Pariaman di Provinsi Sumatera Barat melaporkan merasakan getaran gempa pada MMI III.

Sementara itu, Kabupaten Dhamasraya, Kota Payakumbuh, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Batusangkar, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Solok di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi, dan Kabupaten Tapanuli Selatan di Provinsi Sumatera Utara juga menerima guncangan MMI II.

Guncangan MMI IV dirasakan oleh banyak penduduk di dalam ruangan pada siang hari, sementara getaran MMI III dianggap seolah-olah kendaraan lewat agak jauh, dan getaran MMI II menyebabkan benda-benda ringan yang menggantung bergoyang.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi menyebabkan tsunami," kata Prayitno.

Dia menyatakan, hingga pukul 05.10 WIB, BMKG telah mencatat empat kali gempa susulan, yang terbesar adalah magnitudo 6,0.

Badan itu mendesak orang-orang untuk tenang, tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan tentang gempa bumi, dan untuk menghindari struktur yang rusak atau rusak.

Guncangan dirasakan selama kurang lebih satu menit, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan.

  • Bagikan