Indonesia dapat membantu meredakan konflik Rusia-Ukraina

  • Bagikan

Jakarta – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meyakini Indonesia, karena hubungan baiknya dengan Rusia dan Ukraina, dapat berperan meredakan ketegangan yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Menurut ketua panel, Konstitusi Indonesia mengharuskan negara untuk berkontribusi pada penciptaan dan pemeliharaan perdamaian dan ketertiban dunia.

"Norma-norma internasional integritas dan kedaulatan teritorial harus ditegaskan kembali dalam posisi Indonesia. Indonesia juga harus melakukan upaya untuk mencapai kesimpulan damai (konflik), baik secara langsung dengan Rusia dan Ukraina atau melalui Majelis Umum PBB," kata Mutia dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat di Jakarta.

Dia mencatat bahwa, selain mandat Konstitusi untuk berkontribusi pada perdamaian global, kepresidenan G20 Indonesia saat ini telah memperkuat posisi negara dalam upaya untuk meredakan perselisihan.

Ketua komisi menyuarakan ketakutan bahwa jika tidak ada tindakan yang dilakukan, perang akan berkembang ke skala yang lebih besar, mungkin memicu Perang Dunia III.

"Saya berpendapat bahwa resolusi damai melalui Majelis Umum PBB adalah satu-satunya alternatif karena negara-negara anggota di Majelis memiliki kedudukan yang sama dan tidak ada negara yang memiliki hak veto," kata Hafid.

Dia meminta PBB dan masyarakat internasional untuk melakukan segala upaya untuk membawa pihak-pihak yang bersengketa ke resolusi dan dialog damai.

Menurut Hafid, masyarakat internasional harus memastikan bahwa pihak yang berperang dalam konflik tidak melanggar Piagam PBB, resolusi PBB, atau hukum internasional.

Kepala komisi lebih lanjut mendorong semua pihak untuk mematuhi Konvensi Jenewa dan aturan kemanusiaan internasional, serta untuk menahan diri dari melukai warga sipil dan menghalangi upaya untuk membantu korban perang.

Sumber: Antara

  • Bagikan