Pembangunan IKN mengadopsi tiga pendekatan untuk kesetaraan akses: Menteri

  • Bagikan

Jakarta, Beritasatu.com – Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, pemerintah akan mengambil tiga cara untuk menjamin pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara menciptakan pemerataan akses bagi semua orang.

Plate menyatakan dalam keterangan tertulis, Sabtu, bahwa ketiga teknik tersebut merupakan pertumbuhan IKN Nusantara sebagai Forest City, Sponge City, dan Smart City.

"IKN Nusantara akan memanfaatkan peluang di arena digital dan mengeksekusi berbagai proyek cerdas di banyak sektor untuk Smart City," tambahnya.

"Misalnya dalam akses dan mobilitas, lingkungan, keamanan dan keselamatan, sektor publik dan pemerintah, sistem perkotaan, kelayakan hidup, dan dinamisme," katanya.

Menurut Plate, IKN Nusantara tidak hanya akan menjadi tanda identitas bangsa atau simbol yang diwujudkan melalui pembangunan ruang fisik, tetapi juga akan menunjukkan tujuan Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan transformasi digital.

IKN Nusantara diharapkan dapat menjadi angin segar bagi masyarakat dan gambaran nyata tentang bagaimana pertumbuhan di wilayah Barat dan Timur Indonesia dapat sama.

"Modal Nusantara juga mencerminkan konsep inclusive advancement, Bhineka Tunggal Ika (Unity in Diversity), dengan visi pembangunan smart metropolis baru atau smart city yang menggabungkan fitur teknis informasi dan komunikasi," katanya.

Nusantara juga menjadi hub yang inovatif, mengkonsolidasikan kemajuan dan mendorong Indonesia maju.

Kehadiran Nusantara juga diproyeksikan menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan kontemporer di Indonesia, seperti sulitnya pemerataan ekonomi.

Menteri menyatakan bahwa statistik pemerintah tentang struktur ekonomi Indonesia secara spasial didominasi oleh wilayah barat negara itu, terutama Pulau Jawa.

Pulau ini menghasilkan 57,8 persen dari total PDB, diikuti oleh Pulau Sumatera, yang berkontribusi 21,7 persen.

Sementara itu, wilayah timur Maluku dan Papua hanya bertanggung jawab atas 2,49 persen dari total.

"Ini menunjukkan bahwa Pulau Jawa terus mendominasi struktur ekonomi Indonesia," katanya.

Dia mengakui bahwa upaya pemerintah untuk menutup kesenjangan ekonomi telah menjadi usaha besar bagi Indonesia.

Untuk itu, pembentukan IKN merupakan terobosan besar dan wujud tekad nyata pemerintah pusat untuk mencapai pertumbuhan dan pembangunan nasional yang lebih setara.

  • Bagikan